Hari ini adikku paling
bontot pulang, sekitar 1 bulan lebih kami tidak bertatapan muka tetapi hampir
tiap hari ibu menelponnya. Adik yang belum pernah ditinggal sendiri dan selalu
menempel pada ibuku dan yang bisa sakit kalau keinginannya tidak terpenuhi
akhirnya harus meninggalkan rumah untuk sebuah cita-cita (kuliah-red)demi
meraih kebahagiaan dimasa depan dengan berkots di kamar berukuran 3x2,5 meter,
dengan satu jendela terbuka, satu lagi tertutup rapat, dan satu pintu didaerah
depok (huhff ngos-ngosan w tulis tanpa jeda). Karena ini kepulangan pertamanya
tanpa dampingan orangtua atau kakak abang karena adikku ini sudah 3x diantar
pulang, yang pertama didampingi oleh ayah, ibu dan abang yang bela-belain
datang dari padang(bukan bela-belain sebenarnya niatnya buat liburan aja), yang
kedua didiampingi ayahku dan yang ketiga didampingi ibu dan w(sebenarnya niat w
liburan juga, sekali menyelam 2-3 pulau terlampaui lah, buktinya w sampai
kebandung hanya untuk alasan antarin adik kuli-ah), kami menunggu harap2 cemas,
cemasnya bagaimana keadaannya selama disana (puasa pertama jauh dari keluarga).
Dari kemarin ibuku rutin menelponnya, pesan ibuku: kasur jangan lupa digulung,
jendela dikunci kalau perlu ikat pake tali, bantal guling dilipat dimasukkin
kedalam tasnya, baju dicuci kalau gak sempat bawa aja pulang, travel bag
ditegakkan, tupper ware dibawa pulang semuanya, bangun pagi2, kamar dikunci
terus digembok, datang kebandara cepat aja takut macet dijalan. Alhasil adikku
sudah sampai jam 7 pagi dibandara sedangkan keberangkatan pesawat jam 10.00. Ternyata pesawat delayed 1 jam lebih. Hahaha...
Jadi sebelum dia
nyampe, w kepikiran bagaimana keadaannya dan ekspresi saat kami sekeluarga
melihat tuk pertama kali dibandara nanti setelah sekian lama (aku menunggu
untuk kedatanganmu-ridhorhoma red).
Kemungkinan pertama:
kami cemas karena pesawat sudah tiba adikku gak nongol-nongol, begitu ditelpon
suaranya serak-serak menahan air mata, ternyata dia ketinggalan pesawat
(what!!!), ternyata eh ternyata karena terlalu pagi nyampe dibandara dan
menunggu lama diruang tunggu dan tadi sahur kecepatan, dia ketiduran dibandara(hahahahahahahaha).
Saat kami menertawakannya dia makin menangis (tragedi in airport).
Kemungkinan kedua: kami
menunggu dengan perasaan gembira (ternyata kangen juga dengan adikku yang
bontot plus menyebalkan ini), begitu melihat untuk pertama kali, kami semua
shock karena keadaannya sangat buruk, seperti kekurangan gizi mata cekung dan
kuning, pipi kempot, perut buncit, jalan bungkuk, dan tersungging senyum sambil
melambaikan tangan kearah kami. Kami sekeluarga shock berlarian kearahnya
membantu dia berjalan dan mengangkat barang dan tas laptopnya, dan dia pun
pingsan dibahu ibuku (tragedi in airport part 2).
Kemungkinan ketiga :
kami menunggunya sambil becanda2 diluar bandara, tiba2 dari arah dalam ada yang
melambai begitu keluar dari jauh dia menyapa “mom..dad..hay..” kami kebingungan
dan karena belum ngeh kami melewatinya dan masih mencari adik kami yang belum
keluar. Dan adikku ini keheranan “mom dad ini rizky,,,masa’ lupa dengan anak
sendiri” ternyata style fashionnya berubah total, pake kaca mata hitam, baju
kaus merk starbuck dengan kardigan hitam, celana ¾ merk entahlah, jalannya
seperti ada ‘per’ disepatunya. “Bro sis, ini rizky, kok pada lupa sih”,
ternyata adikku hanya dalam waktu 1 bulan lebih sudah terpengaruh gaye anak
“geol” depok. Anehnya adikku membawa 2 kardus indomie, saat ditanya ibuku, dia menjawab dengan enteng “baju
kotor mom, nanti dicuci ya”. Puing-puing (tragedi in airport part 3)
kejadian tanggal 11 agustus 2012
kenyataannya: adikku biasa aja, malah tambah berisi badannya (artinya dia senang jauh dari keluarga, ckckck), senyumnya semeringah, dan keliatannya bertambah putih (depok adem kali ya!!), kalo liat sekilas dia terlihat seperti w (ya iyalah kan adek w) *_*