Selasa, 16 November 2010

ESC 165

Take time to think, it is the source of power
Take time to read, it is the foundation of wisdom
Take time to quiet, it is the opportunity to seek God
Take time to dream, it is the future made of
Take time to pray, it is the greatest power on earth


Senin, 15 November 2010

kekonyolan.......

Nggak nek!!!di depan....!!!
Aku gak tahu ini masalah dari siapa,,aku ato ntu nenek. mLm itu aku (dengan niat ikhlas) pergi ke musholla untuk sholat maghrib berjamaah. Pas pulangnya aku barengan dengan nenek yang tinggal didepan kos ku. Sepanjang jalan nenek itu bertanya bermacam2 pertanyaan (“xxx...www...ccck....xxx” sumpah aku gak ngerti bahasanya, aku jawab aja dengan aggukan,,sok ngerti, sambil kasih senyum termanis,,maksudnya nyengir) sampai akhirnya pertanyaan terakhir yg nenek itu berikan aku berhasil mentransletnya ke bahasa normalku...oh...ntu nenek nanya dimana aku tinggal. Wah langsung aja kujawab mantap “tinggal disepan rumah nenek”. Ngeliat respon ntu nenek berikan kayaknya beliau ngerti nih sampai dari mulutnya terlontar kalimat “oh...dimuko rumah amak”,,wah langsung aja aku ralat “gak nek didepan rumah nenek”. Jawab nenek “dimuko..” ku jawab lagi “gak nek didepan...”dimuko..?”protes nenek tu lagi. Sepanjang jalan menuju rumah kami habiskan untuk membahas “didepan dan dimuko”. Setelah nyampe didepan rumah,nenek pun berkomentar “ kan batua kecek amak,,dimuko...”. tuing...tuing...tuing...aku hanya garuj2 kepala yg gak gatal.. jadi kesimpulan yg aku dapatkan dari pengalaman ini yaitu “Muko=Depan”,,emg muko alias muka letaknya didepan,,,hehehe ado2 sajo tu nenek...beuh...^_^

Da...tolong diketekin ya....???
Sore itu aku dan temanku baru pulang dari kampus, trus mampir sebentar di tempat fotocopy “xxx” (sensor-red, yg jelas nama tempat fotocopy itu mirip banget dengan namaku,,tapi bukan aku kok pemiliknya). Lanjut ya...........jadi aku pengen fotocopy ne buku dan dikecilin,,biar gampang aku bawa kemana2,,enak belajrnya dan ssst...ssst...jangan bilang2 dosenku ya buku ne bisa dijadiin kopean alias jimat saat ujian semester...hehehe.so...aku bilang ke uda2 fotocopy “da...tolong ketekin ya” sambil menyerahkan buku catatan tersebut. Respon temanku saat mendengar kalimat itu malah ketawa2 sambil memegang perutnya. Dalam hati “Emang ada salah ya dengan kata2ku “. Uda fotocopy pun jadi ikut ketawa, sambil mengepit buku catatan yang tadi kuserahkan ke ketiaknya,,,ich...ich...” emang ada salahnya dengan kata2ku” tanyaku pada temanku,,,lama baru dijawabnya setelah menertawakan aku “ya...iyalah,masa’ kamu minta si uda ketekin tu buku”...aku berusaha mencerna apa yg dikatakan temanku ato ada masalah dengan kata “ketekin”????. Menurutku “ketekin=kecilin” aku jelaskan ya: aku kan minta kecilin ni buku,,kata”kecil” kalo ditranslet kebahasa minang jadi “ketek”,misalnya “anak kecil= anak ketek”, jadi kalo aku minta “dikecilin” ni buku berarti aku minta “diketekin” ni buku,,tinggal nambahin awalan di- dan akhiran-in. Kesimpulannya emang salah bahasaku???(masih dalam pendirian yg kuat). “kalo mau minta dikecilin ndak begitu do keceknyo”protes temanku yang asli org sumbar “tapi di-ketek-an...itu baru batua bukan di-ketek-in hahaha”. Uda fotocopy dan temanku kompaan menertawakan kekonyolanku.

Jumat, 05 November 2010

PENETAPAN KADAR NATRIUM DIKLOFENAK DALAM DARAH

Penetapan kadar obat dalam cairan biologi membutuhkan metode dengan selektivitas tinggi, sensitivitas sampai tingkat bpj (bagian per juta) dan gangguan yang sedikit mungkin dari zat penganggu. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).

Uji sampel darah secara in vitro dilakukan dengan maksud sebagai langkah awal menuju analisis yang lebih bermanfaat yaitu analisa sampel darah in vivo.

Pada literatur Natrium Diklofenak dapat ditetapkan kadarnya dengan menggunakan metode KCKT dengan :
Fase gerak                : Acetonitril : Metanol : air (25:25:50)
Fase diam                 : IP ODS C 18 ( kolom 150x4,6 mm, ukuran partikel 5 µm)
Laju alir                    : 2,0 ml/menit
Baku dalam        : Diflorasone diasetat (0,587 mg/ml) yang dilarutkan dalam  metanol : acetonitril (1:1)
Detektor UV            : panjang gelombang 229 nm
 Waktu retensi           : 18 menit

Pengujian sampel darah dengan penambahan Natrium Diklofenak secara in vitro

1. Darah diambil kemudian disentrifuge dengan kecepatan tertentu, lalu diambil bagian plasamanya. Pipet 2,0 ml plasma lalu diekstraksi dengan kloroform dengan cara dikocok dengan sheaker. Diambil bagian kloroform, kemudian ekstraksi di ulang untuk kedua kalinya. Dikumpulkan ekstrak kloroform kemudian diuapkan sampai kering. Residu dilarutkan delam metanol (p.a) kemudian masing-masing disuntikkan sebanyak 20 µl pada kromatograf dengan kondisi fase gerak Acetonitril:Metanol:Air (25:25:50), panjang gelombang 229 nm, laju alir 2,0 ml/menit. Diamati adanya gangguan interferensi pada kromatogram dari ekstrak palsma blanko.



2. Dibuat larutan Natrium Diklofenak dengan berbagai konsentrasi dari larutan induk (dengan atau tanpa baku dalam). Dipipet 1,0 ml masing-masing larutan tersebut kemudian cukupkan volumenya dengan darah segar dalam labu ukur sehingga diperoleh konsentrasi Natrium Diklofenak dalam darah. Setelah itu darah yang telah ditambahkan Natrium Dklofenak tersebut disentrifuge, lalu diambil bagian plasmanya. Pipet 2,0 ml plasma tersebut lalu diekstraksi dengan kloroform dengan cara dikocok dengan sheaker. Diambil bagian kloroform, kemudian ekstraksi diulang untuk kedua kalinya. Dikumpulkan ekstrak kloroform kemudian diuapkan sampai kering. Residu dilarutkan delam metanol (p.a) kemudian masing-masing disuntikkan sebanyak 20µl pada kromatograf dengan kondisi fase gerak Acetonitril:Metanol:Air (25:25:50), panjang gelombang 229 nm, laju alir 2,0 ml/menit. Dihitung nilai perolehan kembali (recovery) dari setiap konsentrasi ekstrak metanol yang disuntikkan tersebut. Dibandingkan kembali sampel tanpa penambahan baku dalam dan dengan penambahan baku dalam.