Penggunaan antibiotika yang tidak tepat merupakan salah satu penyebab terjadinya resistensi antibiotika. Resistensi antibiotika telah menjadi permasalahan serius dalam dunia kesehatan di berbagai negara termasuk Indonesia dan memerlukan penanganan yang khusus.
Untuk mengurangi permasalahan tersebut, pada tahun 2005 Departemen Kesehatan Indonesia mengeluarkan pedoman yang berjudul Antimicrobial Resistance, Antibiotic Usage and Infection Control : A Self-assessment Program for Indonesian Hospital. Dalam pedoman tersebut dicantumkan beberapa kegiatan yang melibatkan berbagai macam unsur di rumah sakit, meliputi Sub Komite Farmasi dan Terapi, Sub Komite Pengendalian Infeksi, Mikrobiologi Klinik dan Instalasi Farmasis, yang tergabung dalam Tim Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA). Tim Farmasi Klinik –wakil dari Instalasi Farmasi– memiliki kewenangan untuk melakukan evaluasi penggunaan antibiotika secara kualitas dan kuantitas.
Sumber data penggunaan antibiotika dapat diperoleh dari data pembelian, catatan penyiapan antibiotika maupun rekaman pemberian antibiotika.
Pengkajian kuantititas menggunakan Defined Daily Doses (DDD) sesuai yang telah ditetapkan oleh WHO dengan klasifikasi berdasarkan Anatomical Therapeutic Chemical (ATC). DDD adalah dosis rata-rata harian untuk indikasi tertentu pada orang dewasa. Perhitungan DDD dapat juga menggunakan ABC Calc, yang telah digunakan oleh negara-negara di Eropa. Untuk penggunaan di rumah sakit, dihitung sebagai DDD per 100 patient-days.
Sedang pengkajian kualitas antibiotika menggunakan alur Gyssens yang terbagi dalam 6 kategori dan dinyatakan dalam persentase. Kategori pengkajian kualitas antibiotika antara lain penggunaan tepat (I), penggunaan tidak tepat dosis (II A), tidak tepat interval (II B) dan tidak tepat cara pemberian (II C), penggunaan tidak tepat karena terlalu lama (III A) dan terlalu singkat (III B), penggunaan tidak tepat karena ada antibiotika lain yang lebih efektif (IV A), kurang toksik (IV B), lebih murah (IV C) dan lebih spesifik (IV D), penggunaan antibiotic tanpa ada indikasi (V) serta rekam medik tidak lengkap untuk dievaluasi (VI). Pengkajian secara kualitas tidak dapat dilakukan sendiri oleh tim farmasi klinik, tetapi harus melibatkan tim lain – mikrobiologi klinik dan patologi klinik – untuk mendapat hasil evaluasi yang memadai.
Sabtu, 22 Januari 2011
Khasiat "Dragon Fruit"
Buah Naga , meski tanaman ini kini telah mudah ditemui, namun tak banyak orang yang mengerti secara mendalam khasiat tersembunyi di balik buah naga.
Bentuknya yang berbeda dari buah-buah lainnya, kian menonjolkan keistimewaan dari buah penuh manfaat ini. Dalam perkembangannya, kehadiran buah naga juga kerap menorehkan berbagai peran lain.
Masyarakat China Kuno menganggap buah naga lebih dari sekadar buah dengan beragam manfaat. Buah dengan kulit yang menyerupai sisik ular besar ini sering menjadi pendamping dua patung di meja altar persembahan. Setiap perayaan tahun Baru Imlek buah ini juga disajikan, dan menjadi salah satu sajian yang wajib ada karena diyakini membawa berkah.
Padahal di tempat asalnya, Meksiko, buah naga justru dianggap sebelah mata. Baru setelah dibawa ke Vietnam, tanaman buah naga mulai dibudidayakan secara luas sebelum akhirnya berkembang ke negara Asia Tenggara.
Di Vietnam buah naga kerap disebut Thanh long atau clever dragon sedangkan masyarakat China menyebutnya Feuy Long Kwa. Di daerah Meksiko, buah naga hadir dengan sebutan Pitahaya.
Buah naga sendiri memiliki warna kulit yang menyala, kulitnya juga tidak mulus, melainkan berlapis sehingga mirip sisik ular besar atau naga. Isi buahnya berwarna putih, merah atau ungu dengan taburan biji-biji berwarna hitam. Tekstur isinya seperti selasih dengan cita rasa seperti buah kiwi.
Buah naga terutama buah naga berdaging merah Hylocereus polyrhizus dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mempunyai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan manusia diantaranya sebagai penyeimbang kadar gula darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan , menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak, mengobati kanker, tumor, sakit mata, asam urat, dan jantung, menyembuhkan rematik, dan menajamkan penglihatan
Menurut Prof Dr Muhammad Yusuf, ahli pengobatan tradisional China, dalam kebudayaan Tionghoa buah naga dipercaya menghaluskan kulit wajah sehingga tampil lebih cantik
Buah naga biasanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai penghilang dahaga, karena buah naga mengandung kadar air tinggi sekitar 90 % dari berat buah. Rasanya cukup manis karena mengandung kadar gula mencapai 13-18 briks. Buah naga juga dapat disajikan dalam bentuk jus, sari buah, manisan maupun selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera anda.
Secara umum,pakar sependapat dan mengakui buah naga kaya dengan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium yang baik untuk kesihatan berbanding buah-buahan lain yang diimport.
Menurut AL Leong dari Johncola Pitaya Food R&D, organisasi yang meneliti buah naga merah , buah kaktus madu itu cukup kaya dengan berbagai zat vitamin dan mineral yang sangat membantu meningkatkan daya tahan dan bermanfaat bagi metabolisme dalam tubuh manusia.
“Penelitian menunjukkan buah naga merah ini sangat baik untuk sistem peredaran darah, juga memberikan efek mengurangi tekanan emosi dan menetralkan toksik dalam darah.“Penelitian juga menunjukkan buah ini bisa mencegah kanker usus, selain mencegah kandungan kolesterol yang tinggi dalam darah dan menurunkan kadar lemak dalam tubuh,” katanya.
Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandungi protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium (menguatkan tulang).
Buah naga juga mengandungi zat besi untuk menambah darah; vitamin B1 (mencegah demam badan); vitamin B2 (menambah selera); vitamin B3 (menurunkan kadar kolesterol) dan vitamin C (menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat).
Berikut ini kandungan nutrisi lengkap buah naga :
Kadar Gula : 13-18 briks
Air : 90 %
Karbohidrat : 11,5 g
Asam : 0,139 g
Protein : 0,53 g
Serat : 0,71 g
Kalsium : 134,5 mg
Fosfor : 8,7 mg
Magnesium : 60,4 mg
Vitamin C : 9,4 mg
Daun dan Kulit Buah
Faedah buah naga bagi kesehatan ternyata tak hanya dipersembahkan daging buah. Hasil penelitian Rosario Vargas Sol?s dari Laboratorio de Investigation de Fitofarmacolog?a, Universidad Autonoma Metropolitana Xochimilco, Meksiko, ekstrak kloroform daun buah naga berdaging putih mengandung senyawa pentacyclic triterpene taraxast-20-ene-3a-ol dan taraxast-12,20(30)-dien-3a-ol. Kedua senyawa itu terbukti melindungi kelenturan pembuluh darah kelinci.
Peneliti memperkirakan keampuhan kedua senyawa itu hampir menyamai troxerutin, salah satu obat pelindung pembuluh darah mikro yang beredar di pasaran. Obat itu berguna untuk mengurangi risiko pecahnya pembuluh darah. Hasil uji in vitro yang dilakukan Li-chen Wu, peneliti Department of Applied Chemistry, National Chi-Nan University, menunjukkan ekstrak kulit buah naga berdaging merah berpotensi menghambat pertumbuhan sel tumor B16F10 pada dosis 25 ?g. Itu membuktikan buah naga tak hanya lezat bila disantap, tetapi juga berfaedah sebagai obat. (Imam Wiguna)
Rabu, 19 Januari 2011
I am pharmacist
I AM A PHARMACIST
I am a specialist in medications
I supply medicines and pharmaceuticals to those who need them.
I prepare and compound special dosage form.
I Control the storage and preservation of all medications in my care.
I am a custodian of medical information
My library is ready source of drug knowledge.
My files contain thaousands of spesific drug names and tens of thounsands of facts about them.
My record include the medication and health history of entire families.
My journals and meetings report advances in pharmacy from around the world.
I am a companion of the physician
I am a partner in the case of every patient who takes any kind of medicine.
I am a consultant on the merits of different therapeutics agents.
I am the connecting link between physician and patient and the final check on the safety of medicines.
I am a counselor to the patient
I help the patient understand the proper use of prescription medication.
I assist in the patient’s choice of nonprescription drugs or in the decision to consult a physician.
I advise the patient on matters of prescription storage and potency.
I am a guardian of the public health
My pharmacy is a center for health-care information.
I encourage and promote sound personel health practices.
My service are available to all at all times
This is my calling
This is my pride…..
Filed under: Farmasi — vicky puspitasari @ 11:41 pm
I am a specialist in medications
I supply medicines and pharmaceuticals to those who need them.
I prepare and compound special dosage form.
I Control the storage and preservation of all medications in my care.
I am a custodian of medical information
My library is ready source of drug knowledge.
My files contain thaousands of spesific drug names and tens of thounsands of facts about them.
My record include the medication and health history of entire families.
My journals and meetings report advances in pharmacy from around the world.
I am a companion of the physician
I am a partner in the case of every patient who takes any kind of medicine.
I am a consultant on the merits of different therapeutics agents.
I am the connecting link between physician and patient and the final check on the safety of medicines.
I am a counselor to the patient
I help the patient understand the proper use of prescription medication.
I assist in the patient’s choice of nonprescription drugs or in the decision to consult a physician.
I advise the patient on matters of prescription storage and potency.
I am a guardian of the public health
My pharmacy is a center for health-care information.
I encourage and promote sound personel health practices.
My service are available to all at all times
This is my calling
This is my pride…..
Filed under: Farmasi — vicky puspitasari @ 11:41 pm
seven stars of pharmacist....
Seven Stars of Pharmacist
Care giver
Decision maker
Communicator
Leader
Manager
Long life learner
Teacher
Care giver
Decision maker
Communicator
Leader
Manager
Long life learner
Teacher
Langganan:
Postingan (Atom)