Penetapan kadar obat dalam cairan biologi membutuhkan metode dengan selektivitas tinggi, sensitivitas sampai tingkat bpj (bagian per juta) dan gangguan yang sedikit mungkin dari zat penganggu. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT).
Uji sampel darah secara in vitro dilakukan dengan maksud sebagai langkah awal menuju analisis yang lebih bermanfaat yaitu analisa sampel darah in vivo.
Pada literatur Natrium Diklofenak dapat ditetapkan kadarnya dengan menggunakan metode KCKT dengan :
Fase gerak : Acetonitril : Metanol : air (25:25:50)
Fase diam : IP ODS C 18 ( kolom 150x4,6 mm, ukuran partikel 5 µm)
Laju alir : 2,0 ml/menit
Baku dalam : Diflorasone diasetat (0,587 mg/ml) yang dilarutkan dalam metanol : acetonitril (1:1)
Detektor UV : panjang gelombang 229 nm
Waktu retensi : 18 menit
Pengujian sampel darah dengan penambahan Natrium Diklofenak secara in vitro
1. Darah diambil kemudian disentrifuge dengan kecepatan tertentu, lalu diambil bagian plasamanya. Pipet 2,0 ml plasma lalu diekstraksi dengan kloroform dengan cara dikocok dengan sheaker. Diambil bagian kloroform, kemudian ekstraksi di ulang untuk kedua kalinya. Dikumpulkan ekstrak kloroform kemudian diuapkan sampai kering. Residu dilarutkan delam metanol (p.a) kemudian masing-masing disuntikkan sebanyak 20 µl pada kromatograf dengan kondisi fase gerak Acetonitril:Metanol:Air (25:25:50), panjang gelombang 229 nm, laju alir 2,0 ml/menit. Diamati adanya gangguan interferensi pada kromatogram dari ekstrak palsma blanko.
2. Dibuat larutan Natrium Diklofenak dengan berbagai konsentrasi dari larutan induk (dengan atau tanpa baku dalam). Dipipet 1,0 ml masing-masing larutan tersebut kemudian cukupkan volumenya dengan darah segar dalam labu ukur sehingga diperoleh konsentrasi Natrium Diklofenak dalam darah. Setelah itu darah yang telah ditambahkan Natrium Dklofenak tersebut disentrifuge, lalu diambil bagian plasmanya. Pipet 2,0 ml plasma tersebut lalu diekstraksi dengan kloroform dengan cara dikocok dengan sheaker. Diambil bagian kloroform, kemudian ekstraksi diulang untuk kedua kalinya. Dikumpulkan ekstrak kloroform kemudian diuapkan sampai kering. Residu dilarutkan delam metanol (p.a) kemudian masing-masing disuntikkan sebanyak 20µl pada kromatograf dengan kondisi fase gerak Acetonitril:Metanol:Air (25:25:50), panjang gelombang 229 nm, laju alir 2,0 ml/menit. Dihitung nilai perolehan kembali (recovery) dari setiap konsentrasi ekstrak metanol yang disuntikkan tersebut. Dibandingkan kembali sampel tanpa penambahan baku dalam dan dengan penambahan baku dalam.
Perkenalkan, saya ayik. saya sangat senang bisa mendapatkan tulisan ini, kalau boleh tau pustakanya dari manakah? saya sangat membutuhkan metodenya untuk skripsi. terima kasih :)
BalasHapus