Minggu, 11 November 2012

APOTEKER JUNIOR: ANTARA IDEALIS DAN REALITAS- MEMASUKI DUNIA KERJA

Kenapa w sebut apoteker junior karena fresh from the oven, fresh graduated, still pure.
Idealis dlm kamus bhs indonesia adlh orang yg bercita-cita tinggi sedangkan realitas artinya kenyataan. Idealisme adlah alirn ilmu filsafat yg menganggp pikiran atau cita-cita sebagai satu-satuny hal yg benar yg dcamkn dan dipahami.
Apoteker junior yang idealis berarti apoteker yang bercita-cita tinggi mengabdi di bidang kerjanya sesuai dengan teori yang ia dapatkan selama kuliah. Maksudnya jika standar kerjanya seperti itu maka dia bercita-cita akan menerapkannya. Dan jika ditemukan adanya penyimpangan maka dia akan mengkritik kerja orang tersebut. Dan pada kenyataannya teori tidak selalu sama dengan praktek, maksudnya semua teori yang kita dapatkan belum tentu kita pakai semua di praktek atau dunia kerja, itu kata apoteker senior.
Merubah sesuatu yang awalnya salah butuh kerja keras semua orang, mungkin awalnya sudah benar tetapi seiring waktu sering dilewatkan saja, mungkin hal tersebut tidak begitu penting. Malah dari atasan bilang ngapain ribet-ribet, ikut saja jalur yang sudah ada.
Bagi apoteker junior melihat semua yang dialami selama diPKP saja membohongi hatinurani. Contohnya apoteker yang bekerja diapotik, harus menurut kata PSA dan target yang harus dicapai dalam sebulan karena bagi PSA keuntungan yang dicari sehingga apoteker misalnya ya menjual obat melebihi yang ditentukan jumlahnya dalam undang-undang, ato menjual obat dalam jumlah besar atas permintaan dokter praktek atau lagi menjual obat yang ahrus dengan resep dokter tetapi tetap diberikan. Hal ini jelas-jelas melanggar aturan. Tetapi dengan alsan mengejar target untung dalam sebulan hal ini diabaikan. Misalnya lagi diindustri, penerapan CPOB belum tentu dilakukan sesuai dengan sop yang sudah ditentukan apalagi dirumah sakit dimana farmakoekonomi belum diterapkan, dokter akan terus meresep obat pasien tanpa bertanya sisa obat, dan pasien hanya mengeluh dalam hatinya saat menebus resep, sedangkan apoteker dibangsal jarang memantau.
bagi beberapa calon apoteker melihat realitas yang ada pasti miris, dan bagi yang lain mungkin menganggap biasa saja hanya sekedar menjalankan PKP.
Menghadapi kenyataan dunia kerja yang sebegitu pahitnya, apa yang harus dilakukan apoteker junior ini, dengan teori yang masih hangat dikepala dan kritis terhadap penyimpangan yang terjadi, harusnya gak tinggal diam. Tetapi (ah..kata “tetapi” ini menunjukkan kepesimisan apoteker)tekanan disana sini karena masih junior, malah nurut aja, mungkin perubahan ada diperbaiki diawal tetapi lama-lama jenuh juga dan akhirnya menyerah karena tidak mendapat dukungan dari yang lain. Solusinya buka apotik atau PBF sendiri yang kita managemen sesuai dengan SOPnya.
Keluhan lain yang dihadapi para apoteker junior ini adalah belum adanya standar gaji profesi apoteker sehingga ditetapkan berdasarkan UMR (masa kita disamakn dengan gaji pegawai biasa, buruh padahal untuk mendapatkan gelar apoteker membutuhkan waktu 5 tahun dengan biaya yang besar). Gaji profesi apoteker disetiap daerah berbeda-beda, malah w sempat konsultasi dengan dosen, beliau menyarankan lebih baik jadi dosen daripada menjadi APA, salah satu alasan ya karena gaji yang kecil dengan tanggung jawab yang besar. Sehingga apoteker mencari tambahan gaji diluar dan akibatnya apoteker tidak standby di apotik, malah senior we rela menjadi APA siang hari dan AA malam hari, gada istirahat dung  padahal di PP 51 disebutkan tidak ada apoteker diapotik maka tidak ada layanan.
Berusaha untuk idealis dan realitis saat ini butuh tekad yang kuat. Kita bekerja secara profesional dengan peraturan yang sudah ada dan dihargai dengan upah yang profesional. Setidaknya kita harus menghargai diri sendiri jangan mau dianggap seperti pegawai kecil oleh atasan kita karena ini adalah profesi. Berani protes saat ada yang salah, tentunya dengan cara yang baik.
 
ini hanya komentar we berdasarkan pengalaman diri dan teman sejawat, hanya untuk membuka hati bahwa dunia kerja tidak begitu indah seperti yang kita pikirkan saat mahasiswa. Tetap semangat dan berjuang buat teman-teman sejawat, yakinlah semua akan indah pada waktunya. Ciayo apoteker junior....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar